BREAKING NEWS

Aktivis Minta Komisi IV DPRD Wajo Awasi Kinerja dan Inventarisasi Aset RSUD Lamaddukkelleng

 


KOMPASTIMURNEWS.com Wajo, – Lembaga Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (LMAPJ) Sulawesi Selatan melalui Hermanto Buroncong meminta Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo untuk lebih serius melakukan pengawasan terhadap kinerja serta inventarisasi sarana dan prasarana di RSUD Lamaddukkelleng.


Hermanto yang akrab disapa Anto BRC menegaskan bahwa inventarisasi aset rumah sakit sangat penting guna memastikan seluruh fasilitas tercatat, terawat, dan digunakan secara optimal.

RSUD Lamaddukkelleng merupakan rumah sakit umum daerah milik Pemerintah Kabupaten Wajo dengan tipe C yang memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Rumah sakit ini juga menjadi rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik, dengan dukungan tenaga dokter spesialis serta fasilitas medis lainnya.

“Tujuan utama inventarisasi sarana dan prasarana adalah untuk mencatat, mengatur, dan mengawasi aset secara tertib agar tercipta efisiensi, keamanan, serta administrasi yang akuntabel,” ujar Hermanto.

Menurutnya, inventarisasi yang baik akan menghasilkan data aset yang akurat, memudahkan pengawasan, meminimalisir kehilangan, serta menjadi dasar dalam perencanaan pengadaan, pemeliharaan, hingga penghapusan barang.



Di sisi lain, seorang pasien rawat inap mengeluhkan kondisi fasilitas di salah satu ruang perawatan, seperti tidak tersedianya pendingin ruangan (AC) dan kondisi kamar mandi yang perlu perbaikan. Keluhan tersebut diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak terkait.

“Jangan sampai rumah sakit terkesan bagus di luar namun kurang memadai di dalam,” ungkap pasien yang enggan disebutkan namanya.

Hermanto menambahkan, inventarisasi sarana dan prasarana di instansi pemerintah memiliki sejumlah tujuan penting, di antaranya:
  • Mewujudkan tertib dan disiplin administrasi melalui pendataan aset yang sistematis.
  • Memudahkan pengawasan dan pengendalian penggunaan barang.
  • Meningkatkan efisiensi anggaran dengan menghindari pembelian yang tidak diperlukan.
  • Menjadi dasar perencanaan pengadaan, distribusi, serta perbaikan aset.
  • Mempermudah proses penghapusan barang yang sudah tidak layak pakai.
  • Menjadi bukti pertanggungjawaban dalam pengelolaan aset negara.

Dengan pengelolaan inventarisasi yang baik, diharapkan RSUD Lamaddukkelleng dapat menjaga aset secara efektif serta meningkatkan kenyamanan pasien, sejalan dengan upaya memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.



Penulis: Hermanto Buroncong (Kabiro)


Posting Komentar