BREAKING NEWS

Demo Aliansi Mahasiswa di Wajo, Massa Tutup Kantor PT GSI dan Picu Kemacetan


KOMPAS TIMUR NEWS.com
Wajo – Aksi unjuk rasa yang digelar gabungan Aliansi Mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Tolak Eksploitasi Daerah (ALMAMATER) berlangsung pada Selasa (17/03/2026).

Aksi tersebut digelar di sejumlah titik, di antaranya depan Bandara, Kantor BNI, serta di depan Kantor PT GSI, Kabupaten Wajo. Demonstrasi ini turut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan.



Dalam aksinya, massa menolak aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas yang dinilai tidak memperhatikan aspek lingkungan hidup dan kepentingan masyarakat lokal.

Massa menegaskan bahwa setiap aktivitas industri migas harus dilaksanakan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, sebagaimana dijamin dalam UUD 1945 terkait hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.

Aliansi ALMAMATER menilai, dalam beberapa bulan terakhir, proses survei seismik 3D yang dilakukan oleh PT GSI diduga mengabaikan berbagai ketentuan yang berlaku, khususnya terkait keterlibatan masyarakat lokal dan perlindungan lingkungan.

“Kami melihat adanya pengabaian terhadap partisipasi masyarakat serta aspek lingkungan hidup. Ini bertentangan dengan prinsip keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan,” tegas salah satu perwakilan massa dalam orasinya.

Perwakilan ALMAMATER, Supris, menyebut aksi ini merupakan bentuk penyaluran aspirasi masyarakat yang menilai tidak adanya transparansi dalam kegiatan perusahaan tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu peserta aksi, Ardiansyah, yang menilai PT GSI tidak mengindahkan regulasi yang ditetapkan oleh SKK Migas dalam pelaksanaan survei seismik 3D di Blok Sengkang.

Dalam pernyataan sikapnya, massa menuntut agar aktivitas survei seismik 3D dihentikan sementara hingga adanya kesepakatan antara pihak perusahaan, masyarakat, dan pemerintah.

Selain itu, aliansi juga mendesak agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal, melibatkan kontraktor daerah, serta menjamin perlindungan lingkungan hidup dalam setiap kegiatan hulu migas.

Aksi unjuk rasa sempat diwarnai dengan penutupan atau penyegelan Kantor PT GSI oleh massa aksi sebagai bentuk protes.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT GSI belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan maupun aksi yang dilakukan oleh massa.


Hermanto
Posting Komentar