FORUM RAKYAT BERSATU & LMR-RI WAJO AKAN DEMO 500 ORANG. TUNTUT HAK KELOLA LAHAN 1.934 HA DI CIROMANI
Font Terkecil
Font Terbesar
KOMPASTIMURNEWS.COM WAJO, KompasTimurNews.Com – Forum Rakyat Bersatu bersama LMR-RI Kabupaten Wajo menggelar pertemuan di Kediaman Salah satu kelompok anggota Forum Rakyat bersatu sabtu (15/8/2026). Pertemuan itu membahas rencana aksi unjuk rasa besar-besaran minggu depan terkait konflik lahan di Desa Ciromani, Kecamatan Kera, Kabupaten Wajo.
Ketua LMR-RI Wajo, Ardhy mengatakan, aksi tersebut akan diikuti kurang lebih 500 orang masyarakat Ciromani dan sekitarnya. Massa menuntut kejelasan terkait pengelolaan lahan seluas 1.934 Hektar eks PTPN XIV yang dilepaskan kepada masyarakat sejak tahun 2013.
"Sejak surat perjanjian kesepakatan dibuat sampai sekarang, masyarakat Ciromani masih merasa tercekik. Lahan yang seharusnya dikelola warga setempat, faktanya justru diberikan ke kelompok lain," ujar Ardhy.
Menurut Ardhy, persoalan ini muncul setelah Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Ibu Armayani mengeluarkan izin peng,elolaan kepada kelompok di luar Kecamatan Kera. Padahal lahan tersebut berada di wilayah Desa Ciromani.
"Ironisnya, banyak penerima justru berasal dari luar Kec. Kera. Ini sangat melukai rasa keadilan masyarakat Ciromani yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup di lahan itu," tegasnya.
Ditambahkan A.Mappatoto SH dan beberapa Insan Pers yang hadir dalam pertemuan ,bahwa sangat disesalkan Ibu Sekda Armayani ,membuat kebijakan di luar ruang lingkup nya tampa memberitahukan ke Kepala Desa Ciromani
sehingga terjadi komplik berkepanjangan" tegasnya
Desak Pemkab Bertindak Adil
Forum Rakyat Bersatu dan LMR-RI Wajo mendesak Pemkab Wajo segera mencabut izin yang diberikan kepada kelompok lain dan mengembalikan hak kelola lahan kepada masyarakat Desa Ciromani sesuai kesepakatan awal.
"Kami akan turun ke jalan minggu depan jika tuntutan kami tidak digubris. Ini bukan soal politik, ini soal hak rakyat. Jangan sampai Wajo kehilangan kepercayaan masyarakatnya sendiri," kata Ardhy.
Pihaknya juga meminta Bupati Wajo dan DPRD Wajo segera memfasilitasi pertemuan mediasi terbuka agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan konflik horizontal.
"Kami cinta daerah ini. Tapi kami juga harus memperjuangkan hak. Kembalikan lahan 1.934 Ha itu ke masyarakat Ciromani," tutup Ardhy.
Penulis Hermanto Brc / Kabiro Wajo.