MARAKNYA ROKOK ILEGAL DI WAJO, DISOROT LMAPJ, MINTA APARAT & BEA CUKAI TINDAK TEGAS
Font Terkecil
Font Terbesar
KOMPASTIMURNEWS.COM WAJO, KompasTimurNews.Com – Divisi Intelijen dan Investigasi Tipikor dan Penyalagunaan Jabatan LMAPJ] Indonesia Timur,Hermanto buroncong ,menyoroti masih bebasnya peredaran rokok ilegal di sejumlah titik di Wajo. Lembaga ini menilai peredaran rokok tanpa pita cukai sudah merugikan banyak pihak.
Hermanto.buroncong biasa disapa Antobrc ,mengatakan, berdasarkan pemantauan tim di lapangan beberapa hari terakhir, rokok ilegal masih mudah dijumpai di warung dan kios kelontong.
"Produknya ada yang tidak berpita cukai, ada juga yang pakai pita palsu. Harganya jauh lebih murah dari pasaran. Akibatnya rokok yang legal jadi tidak bisa bersaing," ujar Anto brc Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, dampak peredaran rokok ilegal ini besar. Negara kehilangan potensi penerimaan cukai. Pelaku usaha yang patuh aturan dirugikan. Sementara masyarakat sebagai konsumen paling dirugikan karena tidak ada jaminan mutu dan keamanan.
"Ini persoalan serius. Negara rugi, pengusaha jujur rugi, masyarakat juga dirugikan karena tidak ada kepastian produknya," tegas Antobrc"
Desak Operasi Gabungan
LMAPJ Wajo mendesak Satpol PP, Polres Wajo, Polisi Militer, dan Kantor Bea Cukai segera melakukan operasi gabungan dan penindakan tanpa pandang bulu.
Pengawasan diminta tidak hanya seremonial. Harus menyasar semua lini, mulai distributor, pengecer, hingga jalur masuk barang ke Wajo.
"Kami minta aparat bertindak tegas dan tidak tebang pilih. Pasang spanduk imbauan, lakukan sosialisasi ke pelaku usaha tentang sanksi menjual rokok ilegal," kata Antobrc.
Pemkab Diminta Aktif Kampanye
LMAPJ, juga mendorong Pemkab Wajo melalui dinas terkait untuk gencar mengkampanyekan bahaya rokok ilegal. Data hasil penindakan juga diminta dibuka ke publik sebagai bentuk transparansi.
"Kami siap bersinergi mengawasi. LMAPJ juga membuka posko pengaduan masyarakat. Jangan biarkan Wajo jadi pasar bebas rokok ilegal. Harus ditindak sekarang sebelum makin meluas," tutup Antobrc
[ Tim ]